Ketua BKN-RI Papua Ortis Nandotarai Didampingi Sekretaris BKN-RI Papua Wiwin Estyarini Bertemu...

Ketua BKN-RI Papua Ortis Nandotarai Didampingi Sekretaris BKN-RI Papua Wiwin Estyarini Bertemu dengan Ketua dan Staf Lembaga Investigasi Negara Kabupaten Keerom Papua

4
0
SHARE

 “Bupati Kabupaten Keerom  Muhamad Markum  Segera Kembalikan Hak Adat Orang Asli Papua Sekarang Juga”

Ketidak adilan diatas tanah Tabi Negeri Matahari terbenam tepatnya di Kabupaten Keerom Provinsi Papua Telah Membuat Ketua BKN-RI Papua Ortis Nandotarai Yang biasa akrab di sapa (Nando) bersama Sekretaris BKN-RI Papua Wiwin Estyarini dan Ketua  Lembaga Investigasi Negara LIN Danci Victor Manina ketiganya  angkat bicara terkait hak orang asli papua yang di selewengkan oleh  Bupati Keerom Muhamad Markum
Nando Sangat Sesalkan tindakan Bupati Keerom Muhamad Markum Yang dinilai sangat tidak bijaksana dan mengambil tindakan yang sangat keliru  Melakukan Pelantikan Jabatan Struktural Esalon III dan IV  Pada Jumat 8 Juni 2018 tanpa memperhatikan UU Otsus Papua No 21 Tahun 2001  tentang hak dan keistimewaan terhadap orang asli papua yang mana keistimewaan ini harus di wujud nyatakan dalam prinsip afirmation action  dan prinsip ini bukanlah hal yang harus di kategorikan sebagai sesuatu diskriminatif sebab hal ini jelas di paparkan dalam pasal 62 ayat 2 bahwa orang asli papua  berhak mendapatkan kesempatan diutamakan dan harus  diprioritaskan Orang Asli Papua, Presentasenya  harus 60% /40% dan seharusnya orang asli papua yang harus menduduki Posisi-posisi strategis  bukannya di jadikan sebagai pesuruh di kantor saja, ini hal yang sangat  mengkerdilkan orang asli papua di negeri nya sendiri dan terlebih itu  saudara Bupati  Mohamad Markum  tidak menghormati dan menghargai  hak keistimewaan OAP, bukannya Semua Kepemimpinan  harus di monopoli oleh orang non papua, ini realita yang tidak bisa di pungkiri lagi Contoh Kongkrit Saudara Bupati  Sendiri bukan Orang asli papua, Ketua DPRD Keerom juga bukan orang asli papua Asisten I,II,III sampai pada OPD terlihat sangat  dominan di kuasai oleh orang non papua.
jabatan strategis tak lagi di sandang oleh anak negeri Kami mintakan kepada Saudara Bupati Muhamad Murkam  agar segera kembalikan keistimewaan Anak Negeri di atas tanah ini, ungkap nando.

“Keerom Menjadi Ancaman Konflik Bagi Tanah Papua”

Wiwin Estyarini  Sekretaris Badan Ketahanan Nusantara Republik Indonesia BKN-RI Papua mengatatakan bahwa mungkin lebih tepat peribahasa yang mengatakan “Ibarat air yang tenang jangan di sangka tiada buayanya” Esty mengatakan bahwa persoalan yang terjadi di kabupaten keerom harus  segera di sikapi oleh bupati dengan serius  karena bila di biarkan  berlarut maka Keerom akan menjadi ancaman konflik bagi tanah papua, sangat di kwatirkan bila ada yang menyusup kedalam untuk melakukan provokasi kepada masyarakat  apalagi masyarakat ini sangat mudah  terhasut dan dapat  melahirkan konflik yang tak bisa di bendung. Juga harus di  sikapi dengan bijak   hadirnya organisasi radikal yang di pimpin oleh Jafar Umar Mutalib  di wilayah kabupaten keerom adalah sangat  jelas  jika merupahkan embrio organisasi radikal oleh sebab itu kami memintakan Kepada PANGDAM XVII Cenderawasih dan KAPOLDA PAPUA  agar segera mengantisipasi isu-isu yang berkembang di daerah terkait radikalisme agar jangan sampai kecolongan apalagi menyongsong Hari Raya Idul Fitri 15 juni 2018 dan Pemilihan Gubernur Papua  27 juni 2018,serta pengamanan perlindungan kepada masyarakat secara langsung karena masyarakat kerom merasa sangat terancam dengan hadirnya oknum-oknum tertentu. Ungkap Esti menambahkannya.

“Keerom Butuh Solusi Karena Kehilangan  Integritas”

Danci Victor Manina Ketua Lembaga Investigasi Negara Kabupaten Keerom menambahkan bahwa  keerom krisis Kepemimpinan, krisis  kepercayaan, krisis Integritas bahkan kini berada pada ujung ketidak pastian maka kami sampaikan  kepada saudara  bupati keerom Muhamad Markum  agar tidak  menganggap remeh persoalan ini namun segera mencari solusi  untuk penyelesaian  persoalan ini sebelum menjadi besar karena akan ada konsolidasi masa besar-besaran  dari wilayah tabi/mamta (Kabupaten Jayapura), Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom dengan agenda:
“Bupati Keerom Segera Mengundurkan Diri dari Jabatan Bupati”
kini kami Lembaga Investigasi Negara Kabupaten Keerom dan Badan Ketahanan Nusantara Republik Indonesia BKN-RI Provinsi Papua akan bekerjasama Melakukan Investigasi dan mendalami serta menyusut  persoalan ini  hingga tuntas. Ungkap Danci.
       (Laporan Nando  KETUA BKN-RI Provinsi PAPUA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY