FRANS KEROMAN: JAGO MERAH MELAHAP OKSIBIL PEGUNUNGAN BINTANG AKIBAT PRO DAN KONTRA...

FRANS KEROMAN: JAGO MERAH MELAHAP OKSIBIL PEGUNUNGAN BINTANG AKIBAT PRO DAN KONTRA TERHADAP BUPATI

2
0
SHARE

Papua bkni-ri.com , selasa 2 Oktober 2018 ketika mentari pagi memancarkan wajah nya di sela-sela dedaunan terdengar kicauan burung bersenandung melompat dari satu dahan ke dahan yg lainnya dari ranting yang satu ke ranting yang lain pula seakan mereka sedang bersuka, namun tiba-tiba saja semuanya terdiam karena di kejutkan dengan peristiwa yang sangat menegangkan, suhu alam menjadi panas karena terlihat si jago merah berkeriapan dengan sangat mengganaskan melahap habis rumah masyarakat oksibil. Kejadian tersebut menghentarkan Ketua Badan Komunikasi Nasional Desa Se-Indonesia (BKNDI) Provinsi Papua Frans Keroma Lewat Via telephone seluler mengkisahkan kejadian ini kepada “Ketua Badan Ketahanan Nasional Dan internasional Republik Indonesia (BKNI-RI) Provinsi Papua Ortis Nandotarai (Nando)

” RUSUH AKIBAT PRO DAN KONTRA TERHADAP BUPATI”

Masyarakat oksibil kabupaten pegunungan bintang saling menyerang dengan mengunakan Senjata/Panah, Penyerangan antar dua kelompok massa yang pro bupati di pimpinan oleh Andi Balyo dan kelompok massa yang kontra terhadap bupati di pimpin oleh Yance Tapyor, Saling serang antar kedua kelompok massa ini tampak semakin brutal dan membakar beberapa rumah penduduk termasuk ada rumah pejabat yang di bakar juga rumah Andi Balyo dan Yance Tapyor Ludes di sikat si jago merah.

” 2 Warga Sipil Luka Tertembak Dan 350 Orang Warga Berlindung Di Koramil Oksibil ”

Bila Bermain dengan Senjata pasti kan tertembak mungkin ini peribahasa yang tepat untuk kejadian yang menimpa 2 warga sipil yaitu Nelson Malo dan Seber Taplo yang juga turut brutal dalam insiden tersebut, Nelson Malo mengalami luka tembak di tangan sebela kanan jari hancur dan tangan kiri robek terkena serpihan sedangkan Seber Taplo terkena tima panas pada paha sebelah kanan.

Selain itu Pengungsi sebanyak 350 orang saat ini di tangani langsung oleh Anggota Koramil oksibil dengan segala keterbatasan namun pengungsian tetap di layani dengan baik dan di berikan perlindungan dan saat di konfirmasikan belum ada bantuan dari pihak pemerintah setempat. Para pengungsi saat ini di jaga oleh 20 anggota Koramil dari 30 anggota yang ada, jadi sisa 10 anggota lainnya adalah Babinsa yang melakukan pengamanan di kampung-kampung Unkap Frans.

DILAPORKAN OLEH: WIWIN ESTYARINI SEKRETARIS BKNI-RI PROVINSI PAPUA

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY